IBU

23 04 2012

Started: 16/4/2011. Last edited: 15/4/2012.

—A Side—>>

Tiga huruf banyak makna. Selama setahun kurang satu hari aku berusaha menuntaskan tulisan ini tapi selalu berhenti di kalimat pembuka, sebab tidak bisa benar-benar mengungkapkan arti kata IBU. Bahkan ‘perpustakaan digital’ yang kadang aku sebut mbah Google pun tidak memberi jawaban memuaskan 

Banyak negara di planet bumi –walau tidak semua- menganggap dirinya sebagai ‘tanah ibu‘ atau motherland, termasuk negara kepulauan terbesar yang terletak di garis khatulistiwa ini. Mungkin itu sebabnya beberapa penamaan menyertakan kata ibu. Misalnya capital city dalam bahasa Indonesia disebut ibukota, meski sampai sekarang pimpinan tertinggi di Jakarta selalu seorang bapak, belum pernah seorang ibu. Mungkin itu pula kenapa negeri ini sering dipanggil Ibu Pertiwi, bukan Ayah Pertawa

Tema tentang ibu kerap menjadi inspirasi bagi para seniman untuk berkarya. Salah satu bentuk seni paling indah yang bisa terkoneksi dengan penikmatnya via telinga adalah musik. Sedangkan lirik yang menyatu dengan lagu merupakan elemen penting berupa pesan dari sang pencipta karya musik itu

John Lennon seakan menjerit dari lubuk hatinya ketika ia melantunkan kata-kata “Mother you had me, but I never had you. I wanted you, you didn’t want me. So I just gonna tell you…goodbye, goodbye”. Secercah kejujuran dari seorang pria yang dibesarkan oleh sang tante dan bukan oleh mamanya. Kala hubungan antar anak dan ibunya ini mulai kembali terbangun, sang mama pergi untuk selamanya akibat kecelakaan tragis saat Lennon berusia sekitar 17 tahun. Lirik di atas aku catut dari Mother, lagu yang tercipta setelah legenda asal Liverpool tersebut menjalani proses terapi primal

Dari era yang berbeda, musisi multitalenta dengan seni tattoo di sekujur tubuhnya mengabadikan memori tentang sang bunda dalam album 5. Lenny Kravitz bagai berbincang dengan bundanya di sepanjang lirik Thinking of You, lagu yang dia rilis ke dunia pada Agustus 1998, tiga tahun setelah sang bunda wafat akibat kanker. Dan aku rasa seorang Melly Goeslaw bangga seumur hidupnya karena berhasil menciptakan seberkas karya indah bertajuk Bunda. Sebuah karya musik yang seolah menjadi lagu wajib bagi orang Indonesia yang ingin mencurahkan segenap rasa kepada ibu masing-masing.

 

—B Side—>>

Kepada ibu dan calon ibu, salah satu mimpi Ibu Kartini adalah agar semakin banyak wanita (serta bangsa) Indonesia yang mengenyam pendidikan. Pandangan ini aku serap seiring dengan pembuatan karya menyambut Hari Kartini bersama tim di tempatku saat ini bekerja. Dalam prosesnya semakin takjub diriku terhadap sosok wanita yang luas pemikirannya, jauh melebihi zaman ketika beliau hidup. Dari buku Panggil Aku Kartini Saja karya penulis Pramoedya Ananta Toer, kudapati kata-kata Kartini…“Kewajiban yang diterapkan oleh Ibu Alam sendiri kepada perempuan: pendidik pertama umat manusia”

Gelar –akademis atau jabatan– mungkin memang penting tapi bukan segalanya. Yang terpenting adalah ilmu, dimana pun dan dari siapa saja

Ibuku tidak pernah menjadi sarjana namun rasa ingin tahunya besar sehingga dia gemar membaca, bertanya dan tak pernah berhenti belajar. Bila ada institusi yang rela menerbitkan gelar ijazah spesial, dia pantas mendapat gelar SK (Sarjana Kehidupan). Dan aku yakin di negeri ini masih banyak wanita yang berhak mendapat gelar serupa

Untuk wanita yang melahirkanku ke dunia dan membimbingku dalam perjalanan hidup, terimakasih. Engkau bukan saja bertugas sebagai ibu karena kewajiban. Lebih dari itu engkau setia menjadi penyemangat, pengirim doa, pendengar sekaligus sahabat di kala duka dan suka. Meski tak selalu sama sejalan, kita kerap bertukar opini dan memberi saran guna mewujudkan segenap harapan 

ibu, mama, bunda, emak, mami, muttie (Jerman), moeder (Belanda), madre (Spanyol), ummi (Arab) dan sederet sebutan lain…bermakna panggilan akrab dari setiap manusia kepada sosok yang melahirkannya. Lebih dari itu, hanya komunikasi yang mampu membina keterikatan

Tak perlu menunggu hingga 22 Desember atau hari ulang tahunnya untuk menunjukkan kasih sayang, karena waktu paling nyata alias realitas adalah sekarang, bukan tadi atau beberapa detik lagi 

Bersyukurlah bagi yang masih punya ibu. Nikmati momen bersamanya bila ada kesempatan dalam garis waktu yang tersisa. Bagi yang sudah tidak punya, kirimkan doa dan buat bunda masing-masing bangga. Jalani hidup dengan warisan sifat baik darinya di setiap langkah kita.

"Muttie und ihre Kinder"

Tangerang Selatan, April 2012

Rama Romindo [twitter: @ramrom_7]

Advertisements

Actions

Information

10 responses

26 04 2012
dinda marsono

selalu menikmati membaca “torehan” hati ramrom..setuju dengan “realitas adalah sekarang”..don’t wait any second longer to praise your mother with respect and love..karena setelah ia pergi, sedetikpun tak akan bisa kembali..

26 04 2012
Rama Romindo

Danke schoen, Dinda. I dedicate this writing for every mom and future moms…and grateful souls who love their moms 🙂

26 04 2012
bernarita

Nice writing.. IBU = Wanita serba bisa (multi talented), ibu, istri, Profesional, Mentor, Guru, Teman, Sahabat dll.

3 05 2012
Rama Romindo

Ini karya anak yg dulu waktu di Brunei membaca ‘Kisah 25 Rasul’ pemberian mbak Bernarita. So I thank you 🙂

2 05 2012
Lulu

Very inspiring bro, Bravo!!

3 05 2012
Rama Romindo

Thanks sis Lulu. Hope it could inspire more people…

3 05 2012
prima aristya

kereeenn, bikin makin sayang aja nih ma ibuu

3 05 2012
Rama Romindo

Makasih. Semoga Prima makin OK (sayang ibu dan nanti sukses sbg ibu)

9 05 2012
septiany utamidewi (@TianyUD)

Nice posting, Ram..
I can’t live without my mom :’) Walaupun bawelnya ampun-ampunan tapi dari situlah saya tau dia sayang sama saya…

9 05 2012
Rama Romindo

Thanks for the comment, Tiany.
Say hello to your mom. Bawel? Jangan2 menular ke anaknya…hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: